banner 1

Polres Basel Bongkar Penimbunan Pertalite Subsidi, 3.040 Liter Disita

banner 120x600

Fokusberita.com, BANGKA SELATAN — Praktik dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kelurahan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, berhasil diungkap jajaran Polres Bangka Selatan. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial IS (64), warga Toboali, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tak tanggung-tanggung, petugas menemukan 160 jerigen berisi Pertalite dengan total volume sekitar 3.040 liter. Selain BBM bersubsidi tersebut, polisi turut menyita satu unit mobil Isuzu Traga berwarna putih yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Agus Sugiyarso, membenarkan pengungkapan kasus yang dilakukan Unit II Tipidsus Satreskrim Polres Bangka Selatan pada Sabtu (24/10/2026).

“Ya, kita sudah menerima laporannya. Dalam kasus tersebut, satu orang berhasil diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Agus Sugiyarso di Pangkalpinang, Minggu (25/10/2026).

Berawal dari Laporan Masyarakat

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan penampungan BBM jenis Pertalite di sebuah rumah di Kelurahan Toboali.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Unit II Tipidsus Satreskrim Polres Bangka Selatan yang dipimpin Kanit Tipidsus Ipda Peres Prasetya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Di lokasi, petugas menemukan ratusan jerigen yang berisi BBM bersubsidi jenis Pertalite. Setelah dilakukan pemeriksaan, jumlahnya mencapai 160 jerigen dengan total volume sekitar 3.040 liter.

“Setiba di sana, petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan BBM jenis Pertalite yang disimpan oleh tersangka kurang lebih 160 jerigen dengan volume keseluruhan 3.040 liter,” jelas Agus.

Temuan dalam jumlah besar tersebut menjadi bagian dari proses penanganan perkara dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang kini ditangani penyidik Polres Bangka Selatan.

Distribusi BBM Subsidi Jadi Sorotan

Usai pengungkapan, IS beserta seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Bangka Selatan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Agus menegaskan, pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mengawasi distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan dapat dinikmati masyarakat yang berhak.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap distribusi Pertalite bersubsidi, terutama untuk mencegah penyimpangan yang berpotensi mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat.

Polisi masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut untuk mendalami perkara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *