banner 1

Empat Nyawa dalam Tragedi Jelutung I, Dosen UNMUH Babel Disebut Jadi Salah Satu Korban

banner 120x600

Fokusberita.Com, BANGKA TENGAH — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel). Erika Fitriana, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dikabarkan menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut yang melibatkan truk Fuso dan mobil Honda Brio merah di kawasan Jelutung I, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (24/10/2026).

Tragedi di jalan raya tersebut dilaporkan merenggut empat korban jiwa yang disebut-sebut merupakan satu keluarga, yakni suami, istri, dan dua orang anak. Kabar ini menambah pilu peristiwa kecelakaan yang mengguncang masyarakat Bangka Tengah.

Mobil Honda Brio merah bernomor polisi BN 1945 PL terlibat dalam kecelakaan tersebut. Di antara nama korban yang beredar, terdapat Erika Fitriana, seorang tenaga pendidik yang selama ini mengabdikan diri di dunia pendidikan tinggi.

Kabar meninggalnya Erika bersama suami dan kedua anaknya menyisakan kesedihan mendalam, terutama bagi keluarga, kerabat, rekan kerja, serta lingkungan akademik tempat ia mengabdi.

Pihak Kampus Benarkan Identitas Korban

Kepala Bagian Humas Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Sukma Wijaya, membenarkan bahwa salah satu korban kecelakaan tersebut merupakan dosen di kampus UNMUH Babel.

“Ya benar, Pak. Korban adalah dosen kami di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung,” ungkap Sukma saat dikonfirmasi media ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Erika juga dikenal dengan nama Erika Fitri Wardani, M.Pd. Ia merupakan warga Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Erika lahir di Kota Curup, Provinsi Bengkulu. Perjalanan pendidikannya ditempuh melalui jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Setelah menyelesaikan pendidikan, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai dosen pada Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

Pengabdian yang Berakhir dalam Kabar Duka

Kepergian seorang pendidik yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan kampus tentu meninggalkan kehilangan tersendiri. Erika bukan hanya dikenal sebagai bagian dari institusi pendidikan, tetapi juga memiliki perjalanan pengabdian di bidang yang berkaitan erat dengan pembentukan generasi masa depan.

Kabar yang menyebutkan dirinya meninggal dunia bersama suami dan dua anaknya membuat tragedi di Jelutung I semakin menyayat hati. Empat nyawa dilaporkan melayang dalam satu peristiwa yang kini menyisakan duka bagi keluarga dan orang-orang yang mengenal mereka.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan besarnya risiko kecelakaan di jalan raya dan pentingnya keselamatan bagi setiap pengguna jalan.

Hingga informasi ini disusun, rincian lengkap mengenai kronologi kecelakaan, penyebab kejadian, serta identitas seluruh korban masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *