banner 1

Narkoba Mengancam, Antrean BBM Mengular, Wakapolda Babel Ajak Warga Bergerak

banner 120x600

Fokusberita.com, PANGKALPINANG – Persoalan narkoba, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), hingga pengawasan terhadap anak menjadi sorotan dalam pertemuan Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Brigjen Pol Murry Mirranda bersama masyarakat di Warkop Kopiku 2, Jalan Kampung Melayu Tuatunu, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, Rabu (28/10/2026) pagi.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, masukan, serta berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Dalam forum tersebut, Murry menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, pertemuan informal seperti ini diharapkan membuat warga lebih leluasa menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia menyebut, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari tindak lanjut program prioritas Kapolri dengan tagline Polisi Bersama Masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pertemuan itu adalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Bangka Belitung.

Murry menegaskan, kepolisian akan terus melakukan penindakan tegas terhadap para pengedar narkoba. Sementara itu, bagi pengguna, pihaknya akan mengupayakan penanganan melalui rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terkait permasalahan narkoba di Bangka Belitung, kami dari pihak kepolisian akan terus menindak tegas para pengedar. Sementara itu, untuk para pengguna, kami akan mengupayakan proses rehabilitasi semaksimal mungkin,” tegas Murry.

Menurutnya, penanganan persoalan narkoba membutuhkan langkah berkelanjutan, termasuk dukungan masyarakat dalam mencegah peredaran barang terlarang tersebut di lingkungan masing-masing.

Selain narkoba, persoalan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) juga menjadi pembahasan.

Murry menjelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, ketersediaan stok BBM untuk wilayah Bangka Belitung pada dasarnya mencukupi. Namun, pembelian secara berlebihan akibat kekhawatiran masyarakat atau panic buying dinilai turut memicu antrean panjang di SPBU.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru berpotensi memperburuk situasi distribusi BBM di lapangan.

Persoalan ini menjadi perhatian karena antrean panjang tidak hanya menyita waktu, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila berlangsung terus-menerus.

Persoalan lain yang turut disoroti adalah kenakalan remaja yang berpotensi menimbulkan dampak bagi kehidupan bermasyarakat.

Murry juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka. Menurutnya, perhatian keluarga sangat penting untuk mencegah remaja terjerumus dalam perilaku menyimpang maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Ia berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan, tetapi turut berperan aktif melalui kepedulian dan pengawasan di lingkungan keluarga maupun tempat tinggal.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, sekaligus memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *