Fokusberita.com, PANGKALPINANG — Dinamika politik nasional mulai memicu gelombang sikap kritis hingga ke daerah. Kali ini datang dari Bangka Belitung. Areng Permana secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Forum Relawan Gibran (For Gibran) Kepulauan Bangka Belitung.
Keputusan tersebut bukan sekadar pengunduran diri dari sebuah organisasi relawan. Areng menyebut langkah itu sebagai sikap prinsipil yang dilandasi pertimbangan integritas moral, etika bernegara, serta kekecewaannya terhadap perkembangan politik nasional, khususnya menyangkut putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Dalam pernyataan resminya di Pangkalpinang, Areng secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya tidak lagi sejalan dengan kepemimpinan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan, ia mengaku tidak lagi dapat menerima Gibran sebagai pemimpin di tingkat nasional.
“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanpa ragu. Melihat perkembangan konstelasi politik nasional saat ini, saya menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah tidak sejalan setelah ada putusan dari Mahkamah Konstitusi serta mencederai amanah masyarakat. Secara pribadi maupun integritas moral, saya tidak dapat lagi menerima beliau sebagai pemimpin di skala nasional,” tegas Areng.
Menurut Areng, keputusannya tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Ketika pertama kali bergabung dan membangun gerakan relawan For Gibran di Bangka Belitung, dirinya memiliki harapan besar terhadap hadirnya kepemimpinan yang menjunjung tinggi konstitusi, taat asas, serta mampu membawa perubahan bagi masyarakat.
Namun, perkembangan politik nasional dan putusan MK yang menjadi sorotannya dinilai telah mengubah pandangan serta keyakinannya terhadap arah perjuangan politik yang sebelumnya ia dukung.
Kembalikan Mandat, Sekaligus Minta Maaf kepada Masyarakat Babel
Sebagai konsekuensi dari sikap politik tersebut, Areng menyatakan melepaskan seluruh kewenangan dan tanggung jawabnya sebagai Ketua For Gibran Babel.
Ia juga menyerahkan kelanjutan organisasi tersebut kepada jajaran kepengurusan pusat untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk terkait kepemimpinan For Gibran di Bangka Belitung.
Tak hanya mundur, Areng turut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Bangka Belitung yang sebelumnya pernah memberikan dukungan kepada Gibran.
“Mandat organisasi saya serahkan kepada kepemimpinan pusat, dan dengan ini saya juga memohon maaf kepada masyarakat Bangka Belitung yang dulu telah mau mendukung Gibran,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari sikap politik Areng. Ia tidak hanya menarik diri dari barisan relawan, tetapi juga merasa perlu menyampaikan pertanggungjawaban moral kepada masyarakat yang dahulu ikut memberikan kepercayaan.
Mundur dari Relawan, Bukan Berarti Berhenti Mengawal Demokrasi
Meski telah melepaskan jabatan dan atribut organisasi, Areng memastikan dirinya tidak akan berhenti menyuarakan kepentingan masyarakat.
Ia menegaskan akan tetap mengawal persoalan kerakyatan, demokrasi, serta berbagai kebijakan publik di Bangka Belitung melalui jalur independen.
Menurutnya, sikap kritis terhadap kekuasaan merupakan bagian penting dalam menjaga demokrasi. Dukungan politik, kata dia, tidak boleh membuat seseorang kehilangan keberanian untuk menyampaikan kritik ketika terdapat kebijakan atau dinamika yang dinilai bertentangan dengan prinsip yang diyakini.
“Perjuangan menyuarakan kebenaran dan membela hak-hak masyarakat Babel tidak berhenti di sini. Tanpa sekat organisasi relawan, kita justru memiliki ruang yang lebih merdeka untuk bersikap kritis demi kebaikan bangsa,” pungkasnya.
Pengunduran diri Areng Permana ini menjadi catatan tersendiri dalam dinamika politik relawan di Bangka Belitung. Sebab, keputusan tersebut datang dari sosok yang sebelumnya berada di barisan pendukung Gibran, tetapi kini memilih mengambil jarak karena perbedaan prinsip dan penilaiannya terhadap perkembangan politik nasional.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari jajaran pengurus pusat For Gibran terkait pengunduran diri Areng Permana maupun mekanisme penunjukan pelaksana tugas (Plt) Ketua For Gibran wilayah Bangka Belitung.











