banner 1

Belajar dari Warisan Leluhur, Siswa SMPN 2 Sungaiselan Kenali Lesung Penumbuk Padi

banner 120x600

Fokusberita.com, BANGKA TENGAH — Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman, SMP Negeri 2 Sungaiselan mengajak para siswanya kembali mengenal salah satu warisan budaya yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Desa Lampur, Kecamatan Sungaiselan.

Melalui pembelajaran budaya bertema “Lesung Penumbuk Padi”, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari buku atau ruang kelas, tetapi juga mengenal secara langsung sejarah, fungsi, hingga nilai-nilai kehidupan yang terkandung di balik sebuah alat tradisional.

Lesung dan alu yang dahulu digunakan masyarakat untuk menumbuk padi menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa. Dari alat sederhana tersebut, siswa diajak memahami bagaimana masyarakat pada masa lalu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membangun kebersamaan melalui tradisi gotong royong.

Kepala SMP Negeri 2 Sungaiselan, Deni Andriyanto, S.Pd., M.M., mengatakan budaya lokal merupakan sumber belajar yang sangat dekat dengan kehidupan peserta didik.

“Kami ingin siswa mengenal budaya yang ada di lingkungan mereka. Dengan belajar secara langsung, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna,” ujar Deni.

Menurutnya, mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda bukan hanya tentang mengetahui nama dan fungsi sebuah benda tradisional. Lebih dari itu, siswa dapat memahami nilai-nilai yang pernah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala SMP Negeri 2 Sungaiselan, Risky Fuji Lestari. Ia menilai pengalaman langsung memberikan pemahaman yang berbeda kepada peserta didik.

“Siswa tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi dapat berinteraksi langsung dengan budaya yang ada di daerahnya. Dari sini mereka belajar sejarah sekaligus nilai gotong royong dan kebersamaan,” ungkap Risky.

Dari Lesung, Siswa Belajar Sejarah Kehidupan Masyarakat

Sementara itu, Mang Dur selaku narasumber menjelaskan bahwa lesung pada masa lalu memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Ia menceritakan, sebelum teknologi pengolahan padi berkembang seperti sekarang, masyarakat mengandalkan lesung dan alu untuk mengolah hasil panen menjadi beras.

“Dulu lesung ini merupakan satu-satunya alat yang digunakan masyarakat untuk mengolah padi menjadi beras. Orang tua kita dulu menanam padi di ladang atau biasa disebut ‘hume’. Hasil hume berupa padi kemudian ditumbuk menggunakan lesung dan alu sehingga menjadi beras untuk dikonsumsi sehari-hari,” jelas Mang Dur.

Menurutnya, aktivitas menumbuk padi tidak sekadar menjadi pekerjaan rumah tangga. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, saling membantu, dan mempererat hubungan sosial.

“Dari kegiatan itu tumbuh kebersamaan, keakraban, dan rasa kekeluargaan yang tinggi karena saling membantu,” tambahnya.

Kisah tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para siswa bahwa sebuah benda tradisional dapat menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat di masa lalu.

Lesung bukan sekadar kayu yang digunakan untuk menumbuk padi. Di dalamnya tersimpan jejak kehidupan masyarakat, semangat gotong royong, kebersamaan, serta cara orang-orang terdahulu memenuhi kebutuhan hidup dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya.

Mang Dur berharap generasi muda tidak melupakan keberadaan budaya lokal yang kini semakin jarang ditemui.

Ia berharap anak-anak muda tetap mengenal, menghargai, dan ikut menjaga berbagai warisan budaya yang dimiliki daerahnya.

Bagi SMP Negeri 2 Sungaiselan, pembelajaran tentang lesung menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan siswa dengan akar budaya daerah.

Sebab, mengenal budaya tidak selalu harus dilakukan melalui buku. Terkadang, sebuah lesung tua di tengah masyarakat justru mampu membuka cerita panjang tentang sejarah, kehidupan, dan nilai-nilai yang pernah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Belajar dari lingkungan, mengenal budaya, dan menjaga warisan daerah agar tidak hilang ditelan zaman. (JA74)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *